Penting……. Berikut Alasan Anda Harus Cek Kolesterol

Cek kolesterol

Sudah umur 30-an tahun tapi belum pernah cek kolesterol? Sebaiknya Anda menyempatkan diri untuk mengecek. Ya, pengecekan kolesterol secara berkala penting lho. Sebab seiring perubahan gaya hidup, kolesterol tinggi tak hanya mengincar orang tua tapi juga yang berusia muda. Sebaiknya jangan tunggu sampai ada gejala penyakit baru melakukan pengecekan kolesterol. Karena pengecekan kolesterol bukanlah upaya untuk mendiagnosis penyakit, melainkan untuk mencari tahu apakah seseorang berisiko terhadap suatu penyakit, seperti penyakit kardiovaskuler. Jika Anda merupakan orang dewasa tanpa faktor risiko penyakit jantung, pengecekan kolesterol bisa dilakukan minimal sekali dalam lima tahun. Mengingat kolesterol tinggi bisa bersifat genetik, maka bayi yang diduga memiliki kondisi itu disarankan menjalani tes kolesterol saat berusia 15 bulan. Melalui pemeriksaan kolesterol, hiperkolesterolemia atau kolesterol darah yang tinggi bisa diketahui. Apalagi kolesterol tinggi tak hanya dialami orang yang obesitas saja. Orang yang kurus sekalipun bisa lho memiliki kolesterol tinggi. Ini dikarenakan kadar kolesterol di dalam darah tak hanya berasal dari makanan yang diasup, tapi juga dihasilkan oleh tubuh. “Yang menjadi penyebab tingginya kadar kolesterol darah akibat makanan adalah lemak jenuh (saturated fat) dan lemak trans (trans fat) yang kita santap. Hiperkolesterolemia bisa juga disebabkan oleh faktor keturunan,” tutur dr Iwan Surjadi Handoko dari Kalbe Nutritionals dan ditulis pada Selasa (22/9/2015). “Karena itu kita perlu melakukan cek kolesterol secara teratur karena walaupun kita tidak suka makan daging (misalnya vegetarian), bisa saja kadar kolesterol darah kita ternyata tinggi sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit,” sambung dr Iwan.

Efek Kolesterol

Lantas mengapa kolesterol tinggi jadi salah satu faktor risiko penyakit jantung? Low density lipoprotein (LDL) yang ada di dalam tubuh rentan menempel di pembuluh darah. Ini karena 50 persen partikel LDL adalah kolesterol dan hanya 25 persen berupa protein.

Jika kolesterol menempel di pembuluh darah maka bisa menyebabkan penyumbatan arteri. Kalau yang tersumbat adalah arteri koroner, maka jantung mendapatkan darah dan oksigen yang terlalu sedikit sehingga bisa terjadi serangan jantung.

Plak akibat menumpuknya kolesterol juga bisa membuat otak tidak mendapat cukup darah dan oksigen. Akibat sumbatan di pembuluh darah otak, seseorang akan terkena stroke.

Hasil penelitian menunjukan orang-orang yang memiliki kadar kolesterol darah lebih rendah memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung koroner yang lebih rendah, daripada mereka dengan kadar kolesterol yang tinggi. Karena itu dianjurkan untuk menurunkan kadar kolesterol darah, khususnya LDL, dan meningkatkan kadar high density lipoprotein (HDL). Dengan demikian risiko penyakit jantung koroner pun akan menurun.

“Penurunan 10 persen kolesterol darah bisa memiliki dampak penurunan sampai 20-30 persen risiko kematian karena penyakit jantung koroner,” tutur dr Iwan.

ukur kolesterol

 

Untuk mengendalikan kolesterol tinggi, perubahan gaya hidup sehat penting dilakukan. Misalnya dengan memperbanyak makan makanan sehat yang mengandung banyak serat, seperti sayuran dan buah-buahan. Ingat juga untuk mengurangi asupan yang mengandung lemak trans. Bila terpaksa, minumlah obat kolesterol yang alami dan aman.

Menambahkan plant stanol ester dalam makanan juga bisa diandalkan untuk menurunkan kolesterol dan menjaga kolesterol tetap stabil. Penelitian yang dilakukan Prof Helena Gylling MD PhD dari University of Kuopio, Finlandia, menemukan plant stanol ester secara klinis menurunkan kadar kolesterol total hingga 8 persen. Sementara kadar LDL bisa turun hingga 11 persen setelah mengonsumsi rutin plant stanol ester selama satu hingga dua minggu.

 

Artikel Terkait

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>